Ibu…
Tak pernah ku bayangkan dirimu tak sanggup lagi berdiri
Tak pernah ku impikan dirimu terjatuh
Sembilan bulan lamanya engkau bawa diriku kemanapun engkau mau
Beri aku nyanyian dan kasih sayang dengan sepenuh hati
Maaf jika ucap bibir ini seringkali menyakiti
Maaf tuk jawabku yang terkadang ketus
Ibu..
Izinkanku merangkai kalimat dan merenungkan seribu makna tentangmu
Dalam senandung cintamu
Tatkala engkau menangis, Ragaku bergetar
Aku Tak kuat melihat wajah sendumu
Bahkan ku tak sanggup bila harus hidup dengan air matamu
Ibu…..
Engkaulah wanita pilihan
Yang menghangatkan anak-anakmu dengan belai kasih yang tulus
Secoret kata ini kucurahkan pada Nya
Bahwa engkau begitu berarti dalam hidupku
Maaf ..
Bila sampai detik ini aku belum sempat membalas semua pengorbananmu
Aku hanya ingin memberi yang terbaik tuk wujudkan mimpimu
Ibu…ketahuilah
Berjuta harapan selalu ku ukir dalam setiap renungan
Saat-saat kesendirian, do’a-do’a dan harapan selalu kupanjatkan untukmu
Seribu mimpi kutanam, berharap segera tercapai pada masanya
Tak ingin lagi kulihat engkau lelah dan letih
Betapa keluhmu mampu tertahan didepanku
Demi membuat anakmu tersenyum
Sungguh aku tahu dan cukup merasakan semua itu
Ibu
ingin sekali wujudkan segala mimpimu
Tapi aku tidak tahu bagaimana caranya
Aku sampaikan rasa yang sangat dalam ini dengan kata sederhana
Ibu,….engkau lah malaikat penjagaku
Kelak Allah pasti memberiku waktu
Untuk membalas semua pengorbananmu
Ibu…
Aku sangat menyayangimu
Karna engkaulah harta berharga yang kupunya
aku selalu merindukanmu
annisa h. vie
