Duhai sahabat
Karena jahilnya mata memandang
Menatap betapa gemerlap indahnya dunia
Bersama nafsu angkara murka
Bagaimana bila engkau tersesat
Tidak tahu arah tuk kembali
engkau terlena dengan nafsumu
Usia muda engkau sia-siakan dengan kehinaan
Bertabur dosa
Hingga jiwamu kelam dan gelap
Pernahkah engkau berfikir, kawan
Dunia ini hanya sementara
Yang tidak pernah bersahabat dengan waktu
Setiap saat ajal akan menjemput sesuka hati
Sadarilah, sejauh apapun kaki melangkah
Tak pernah lepas dari tatapan NYA
Bukalah mata, bukalah hati
Ketika tiba saatnya nanti
Semua akan hancur lebur
Harta, keluarga dan tahta tak lagi bersama
Seluruh tubuh akan menggigil
Raga mendingin
Lidah pun keluh dan kaku
Ketika datang saat yang mencemaskan
Menakutkan karena seorang diri
Siapa yang akan membela mu
Siapa yang akan menemani mu
Siapa ?
Iman!
Ya! Hanya iman dan ibadahmu yang menjadi penawarnya
Pernahkan engkau berfikir
Bila ajalmu datang tiba-tiba
Nadimu tidak lagi berdenyut
Jantungmu tidak lagi berdetak
Apa bekal untuk menghadap Nya ?
Saudaraku
Marilah renungkanlah hidup ini
Waktu yang sudah terbuang sia-sia
Renungkanlah
Kembali dan segera
bertaubatlah
Tunaikan kewajiban
Memohon pada Nya kesempatan
Semoga hari atau esok
tidak menjadi hari terakhir untukmu
Sadarlah sebelum ajal menjemput
Wahai sahabatku
Semailah cinta dihatimu
Taburkanlah keimanan dalam jiwamu
Kembalilah pada Tuhanmu