Ikatan seorang anak dengan ibunya itu sangat kuat, bagai satu jiwa dan satu raga. saling menguatkan diantaranya. setiap anak cukup tahu tentang pengorbanan ibu namun ia hanya menduga tentang apa yang dia tahu. seorang anak tidak pernah merasa tentang sedalam-dalamnya pengorbanan ibu yang selama ini ditanggung siang dan malam. kelak anak akan merasa jika ia tlah menjadi seorang ibu pula.
Dalam kehidupan berkeluarga. seringkali terjadi pertengkaran kecil ataupun besar antara anak dengan ibunya. mungkin ada yang tidak terima dengan perlakuan atau ucapan seorang ibu kepada anaknya.
namun, asal kita tahu sahabat....sebenarnya itu adalah bentuk kasih sayangnya terhadap kita. selama ini ia telan lara, derita bersama air mata yang bercucuran. apa pernah kita tahu ? kasih sayangnya sungguh tulus dari kita tidak bisa apa-apa hingga sampai detik ini kita mampu mengurai kata ini, makna ini . ya ! tentang ibu.
Ibumu, ibu saya, ibu kita. sama yang mereka rasakan.
maka, dari itu. doakan Ia. sayangi Ia. meski terkadang Ia sering membuatmu kesal. karena kamu tidak tahu apa yang sebenarnya Ia rasakan pada kita.
saya sebagai seorang anak juga menyadari itu. setiap baris yang tertulis ini sungguh mengalir dari dasar hati saya yang tulus. menciptakan makna tentang makhluk yang luar biasa. makhluk yang tegar. ya itulah Ibu.
dia mampu melakukan segalanya.. mari renungkan kembali apa yang telah kita beri hingga kini dengan ibu yang selalu kita katakan, bahwa kita menyayanginya ? pernahkah engkau pergi tanpa izin dan salam darinya...renungkanlah sahabatku....bersama Ibu kau temukan dekapan hangat dan sentuhan kasih sayang bersama air mata cinta tentang bagaimana jika dia tiada nanti ???
sayangi Ia, buatlah Ia tersenyum. mulai hari ini, detik ini ucapkan kata-kata yang tidak menyinggung perasaannya...
untuk bunda yang tlah tiada.
sahabatku doakan mereka selalu. jika rindu. sampaikan salam rindumu pada Sang Pencipta. Ia mendengar apa yang kamu pinta. Allah Maha Rahman dan Maha Rahiim. Allah tahu apa yang kita harapkan. doakan agar bunda dijaukan dari siksa kubur. mohon pada Nya agar jangan disiksa dan jangan di azab atas kesalahan maupun dosa yang pernah dilakukannya di dunia. jadikan kuburnya menjadi taman-taman syurga.
aamiin ya Rabbal 'Alamin
#mari kita renungkan bersama sahabatku yang diRahmati Allah
Sabtu, 21 Juni 2014
Bunda
bunda...
berjuta harap selalu terukir dalam setiap renungan
berjuta harap selalu terukir dalam setiap renungan
Saat-saat kesendirian beserta do’a-do’a dan harapan
Selalu kupanjatkan untuk bunda tersayang
Meski tlah lanjut usia, bunda tetap setia bersama ananda
Bunda adalah raga dan kekuatanku
Maka, tidak akan mungkin ananda sanggup melihat wajah
sendumu
Bersama air mata yang mengalir dari kedua mata sayu
Wajah indahmu, menyapaku penuh sesal seringkali membuat hati
kesal
Seribu mimpi kutanam berharap segera tercapai pada masanya
Tak ingin lagi kulihat bunda lelah dan letih
Betapa keluhmu mampu bertahan didepanku
membuat ananda tersenyum, bunda pelipur lara
Bunda.. Sungguh ananda tahu betapa derita siang dan malammu
dahulu
Ananda ingin segera wujudkan segala mimpimu
Tapi ananda tidak tahu bagaimana menyampaikan rasa yang
begitu dalam ini
Ananda begitu menyayangimu meski sekedar tertulis kata
Bersabarlah Bunda, kelak Allah memberi ananda waktu
Untuk membalas pengorbananmu, walaupun tak terbayar lunas
Meski ananda sering ucap kesal, dan marah padamu
Terkadang ucapan bunda salah dimataku
Sebenarnya ananda tahu, itu adalah bentuk kasih sayangmu
padaku
Karena takut kehilangan dan takut ananda salah arah
Ketahuilah bunda seberapa besar pun marahmu padaku
Takkan pernah ada dendam dari lubuk hati, setiap menit
berlalu ananda selalu memaafkanmu.
Ananda hina, terkadang lupa
Tetap ananda berusaha untuk beri kebahagiaan selalu
Menjadi ananda yang terbaik, soleh dan soleha
Asal bunda tahu, setiap kata yang tertulis ini
Mengalir bersama air mata, agar ananda semakin mengerti
Betapa besarnya pengorbananmu, kasih sayang nan tulus
Bunda, dipelukmu kudekap hangat
Satu puisi ini kupersembahkan untuk bunda
Betapa aku menyayangi dan mencintaimu
Annisa Hazmi Vie
Langganan:
Postingan (Atom)