Ibu…
Tak pernah ku bayangkan dirimu tak sanggup lagi berdiri
Tak pernah ku impikan dirimu terjatuh
Sembilan bulan lamanya engkau bawa diriku kemanapun engkau mau
Beri aku nyanyian dan kasih sayang dengan sepenuh hati
Maaf jika ucap bibir ini seringkali menyakiti
Maaf tuk jawabku yang terkadang ketus
Ibu..
Izinkanku merangkai kalimat dan merenungkan seribu makna tentangmu
Dalam senandung cintamu
Tatkala engkau menangis, Ragaku bergetar
Aku Tak kuat melihat wajah sendumu
Bahkan ku tak sanggup bila harus hidup dengan air matamu
Ibu…..
Engkaulah wanita pilihan
Yang menghangatkan anak-anakmu dengan belai kasih yang tulus
Secoret kata ini kucurahkan pada Nya
Bahwa engkau begitu berarti dalam hidupku
Maaf ..
Bila sampai detik ini aku belum sempat membalas semua pengorbananmu
Aku hanya ingin memberi yang terbaik tuk wujudkan mimpimu
Ibu…ketahuilah
Berjuta harapan selalu ku ukir dalam setiap renungan
Saat-saat kesendirian, do’a-do’a dan harapan selalu kupanjatkan untukmu
Seribu mimpi kutanam, berharap segera tercapai pada masanya
Tak ingin lagi kulihat engkau lelah dan letih
Betapa keluhmu mampu tertahan didepanku
Demi membuat anakmu tersenyum
Sungguh aku tahu dan cukup merasakan semua itu
Ibu
ingin sekali wujudkan segala mimpimu
Tapi aku tidak tahu bagaimana caranya
Aku sampaikan rasa yang sangat dalam ini dengan kata sederhana
Ibu,….engkau lah malaikat penjagaku
Kelak Allah pasti memberiku waktu
Untuk membalas semua pengorbananmu
Ibu…
Aku sangat menyayangimu
Karna engkaulah harta berharga yang kupunya
aku selalu merindukanmu
annisa h. vie
Minggu, 01 Desember 2013
Jumat, 22 November 2013
begitu banyak cerita dan kisah yang berliku tentang hidup
semua itu tercurah dari kata-kata atas panduan hati yang berbicara
ketika apa yang aku lakukan
tak mendapat respon dari siapapun
aku tak akan jadikan itu sebagai permasalahan
karena apa yang hari ini ataupun esok yang bisa aku beri dan lakukan dengan baik
akan menjadi kenangan untuk orang-orang yang menyayangiku
suatu saat nanti
bilaku tiada
maka tulisan ini akan menjadi penawarnya
bagi mereka yang merindukan....
tulisan dan karya setiap pribadi
takkan pernah lekang oleh waktu
23nov
annisa h.vie
semua itu tercurah dari kata-kata atas panduan hati yang berbicara
ketika apa yang aku lakukan
tak mendapat respon dari siapapun
aku tak akan jadikan itu sebagai permasalahan
karena apa yang hari ini ataupun esok yang bisa aku beri dan lakukan dengan baik
akan menjadi kenangan untuk orang-orang yang menyayangiku
suatu saat nanti
bilaku tiada
maka tulisan ini akan menjadi penawarnya
bagi mereka yang merindukan....
tulisan dan karya setiap pribadi
takkan pernah lekang oleh waktu
23nov
annisa h.vie
Selasa, 20 Agustus 2013
Minggu, 18 Agustus 2013
Ramadhan Pergi
Begitu cepat kau datang
Begitu cepat pula kau pergi
Tanpa kurasakan hitungan waktu
Berlalu secepat kilat
Masihkah Kau akan menyapa hidupku dimasa akan datang?
Semoga kita dipertemukan kembali
Saat-saat melepas kepergianmu
Aku menangis
Tiga puluh hari berlalu sangat cepat
Bila di izinkan ingin rasanya ku ulang awal pertama kau
datang
Rasanya tak cukup
Rasanya tak puas bercengkrama sejenak denganmu
Masih banyak dosa yang belum ku perbaiki
Perpisahan ini sungguh menyesakkan dada
Rasa ku tak ingin jauh darimu
Andai saja setahun ini aku terus bersama Ramadhan
Mungkin aku akan terus berlomba dan lebih meningkatkan
keimanan
Karena hadirmu ku banyak temukan hal
Ku banyak belajar darimu
Sabar kala duka
Dan kuat disaat lemah
Ramadhan…
Akankah kau juga merindukanku ketika Tuhan masih menghendaki hidupku
Untuk bertemua dengan mu??
Banyak sekali kenangan diantara kita
Malam takbir yang bergema ini
Aku menangis mendengar lantunan Asma Allah
Bathinku serasa perih
Karena kau akan segera pergi
Ramadhan….
Aku berharap pada Tuhan
Agar Ramadhan menyapa ku kembali di saat nanti
Jumat, 26 April 2013
Untukmu UJE
masa lalumu memang
kelam
perjalanan panjang menuju Ridho Illahi
tak pernah menyerah kau lakukan
hidupmu yang dahulu penuh kegelapan
telah menghantarkan hati dan jiwamu untuk
menjadi sosok motivator islam
yang dikenal baik dari kalangan apapun
semua mengenalmu
sebagai seorang suami, seorang ayah, dan
pendakwah
kenyataan kini
suratan takdir tlah memanggilmu
lautan manusia mengikhlaskan kepergianmu
menghantarkanmu tuk kembali pada Rabb Sang
Khaliq
semoga semua dakwah dan
pesan yang pernah kau beri untuk ribuan jama'ahmu
menjadi pelajaran bagi semua umat manusia
untuk segera kembali dijalan Allah
semoga Allah mengampuni seluruh dosa-dosa
semasa hidupmu sampai detik-detik mautmu
dan berada ditempat yang sebaik-baiknya disisi
Nya
Inna lillahiwa inna
ilaihi raji'un
26 april ‘13
Langganan:
Postingan (Atom)
