Kamis, 17 April 2014

Untuk Kanda Yang Di Nanti


Suatu hari,  saat Kanda membaca surat ini, Dinda berharap Kanda  merasakan hal yang sama. Semua rasa ini hanya mampu Dinda curahkan pada –Nya yang akan mempertemukan kita. Kini telah tertulis berjuta harapan dan beribu keinginan yang sangat dalam. Rindu yang semakin menggebu mengharap Allah segera Ijabah do’a

 Saat ini, jarak adalah hal yang terbaik,  itu karena Allah tidak menginginkan hal-hal yang buruk terjadi, sehingga harus rela bersabar menanti waktunya tiba.

Ketahuilah,

Dinda begitu setia menanti hadirmu. Dinda ingin menjadi satu-satunya bidadari surga dalam  dunia dan akhiratmu. Saat Dinda harus memilih, bukan kesempurnaan yang terlihat, namun  “ ketepatan memilih” untuk menjadi  teman hidup, sampai maut memisahkan.

Memang kamu tiada sempurna, Dinda hanya bisa memuji dalam do’a, Dalam renungan setiap sujud ini, Kelak Tuhan segera mempertemukan yang setia, jujur dan taqwa yang membawa Dinda semakin terarah dijalan dan mahabbah -Nya

Rasanya masih banyak cerita dan harapan yang terpendam dihati Dinda, tapi semua hanya bisa Dinda curahkan pada-Nya. Dan semua akan Dinda curahkan untuk Kanda apabila sudah dipertemukan untuk bersama.

Rindu bertahun tlah jadi puing puisi, belum temukan yang sejati, hingga waktu yang menjawab tiba,  itulah yang abadi yang sudah tercatat dua nama di Lauh Mahfudz

Dan Rindu ini akan Dinda jaga sampai pertemuan  tiba. Bukan bualan atau sekedar tiada guna, tetapi hanya menanti cinta yang di Ridhoi dalam akad pernikahan, yang demikian halal sudah segalanya.

Karena hanya dengan kata-kata, hanya dengan puisi, dinda bisa mencurahkan segala keinginan hati selain dalam do’a.

Jagalah cintamu  meski jauh disana. Peluklah Dinda dalam cinta kasih-Nya didalam do’a Dan temui Dinda pada waktu yang sudah dihalalkan

Dinda hanya mampu mencintai didalam hati serta menyalurkan rindu melalui do’a-doa

Semoga Allah menjagamu, sebagaimana Allah telah menjagaku.